Pengertian Antibiotik, Fungsi, Golongan & Antibiotik Menurut Para Ahli

Advertisement
Pengertian Antibiotik, Fungsi, Golongan & Antibiotik Menurut Para Ahli - Umumnya, manfaat Antibiotik difungsikan dalam berbagai bidang, contohnya bioteknologi, pertanian, dan kesehatan.  Dalam penggunaannya kepada manusia, jumlah masing-masing antibiotik sudah ditentukan oleh banyak dan lamanya penggunaan. Demikian ini dimaksudkan agar bakteri yang ingin dibunuh tidak menjadi kebal terhadap antibiotik yang diberikan.

Olehnya itu saat memanfaatkan atau meminum, keseluruhan dari antibiotik patut untuk dihabiskan. Fungsinya, agar bakteri tersebut tidak kebal terhadap antibiotik.

Namun, jika hal ini tidak dilakukan maka akan membawa dampak untuk membunuh bakeri yang dapat mengakibatkan penyakit yang tidak kunjung sembuh walaupun pasien telah diberikan macam-macam obat.
Pengertian Antibiotik, Fungsi, Golongan & Antibiotik Menurut Para Ahli

Pengertian Antibiotik: Apa itu Antibiotik? 

Secara etimologi pengertian Antibiotik berasal dari bahasa latin yang terdiri dari "anti" yang berarti "lawan", sedangkan "bios" berarti "hidup". Sedangkan secara terminologi definisi antibiotik adalah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama fungi dan bakteri tanah, yang dapat menghambat pertumbuhan/membasmi mikroba jenis lain. Sedangkan toksisitasnya atau racun terhadap manusia relatif kecil.

Pengertian antibiotik adalah suatu zat biokimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang mana dalam jumlah yang kecil zat biokimia ini bisa menghambat suatu pertumbuhan atau bahkan bisa membunuh pertumbuhan suatu mikroorganisme lainnya.

Definisi antibiotik adalah berbagai macam zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri dan fungsi yang bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan kuman. Turunan zat ini yang dibuat secara semi sintetis ataupun sintetis juga dapat digolongkan sebagai antibiotik.

Antibiotik adalah sejenis obat berupa senyawa, ada yang alami dan ada pula yang buatan, yang mampu menghambat proses biokimia pada suatu organisme seperti bakteri yang menyebabkan infeksi penyakit. Dapat dikatakan antibiotik merupakan ‘peluru ajaib’ yang dapat digunakan untuk membunuh bakteri penyebab penyakit tanpa merusak atau menyakiti bagian tubuh tempat bakteri tersebut bersarang dimana antibiotik memutus satu mata rantai metabolisme bakteri tersebut

Pada dasarnya istilah antibiotik mengacu kepada zat kimia yang dihasilkan oleh satu macam organisme khususnya fungi yang menghambat pertumbuhan atau dapat membunuh organisme lain. Obat pembasmi mikroba harus mempunyai sifat toksisitas selektif yang artinya dapat bersifat sangat toksik terhadap mikroba tetapi relatif tidak toksik terhadap hospes.

Pengertian Antibiotik Menurut Para Ahli

Berdasarkan pengertian dan penjelasan antibiotik diatas, terdapat beberapa definisi antibiotik menurut para ahli yakni:

1. Pengertian Antibiotik Menurut Harmita dan Radji
Menurut Harmita dan Radji (2008) bahwa pengertian antibiotik adalah zat biokimia yang diproduksi oleh mikroorganisme, yang dalam jumlah kecik dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh pertumbuhan mikroorganisme lain

2. Pengertian Antibiotik Menurut Goodman Gilman 
Menurut Goodman Gillman bahwa dalam arti sebenarnya, antibiotik merupakan zat anti bakteri yang diproduksi oleh berbagai spesies mikroorganisme (bakteri, jamur, dan actinomycota) yang dapat menekan pertumbuhan dan atau membunuh mikroorganisme lainnya. Penggunaan umum sering meluas kepada agen antimikroba sintetik, seperti sulfonamid dan kuinolon.

3. Pengertian Antibiotik Menurut Tjay dan Rahardja 
Menurut Tjay dan Rahadrja (2007) bahwa pengertian antibiotik adalah zat-zat kimia oleh yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil. Turunan zat-zat ini, yang dibuat secara semi-sintesis, juga termasuk kelompok ini, begitu pula senyawa sintesis dengan khasiat antibakteri.

4. Pengertian Antibiotik Menurut US National Library of Medicine
Menurut US National Library of Medicine bahwa antibiotik adalah obat-obatan yang kuat yang dapat melawan pertumbuhan bakteri dan bisa menunjang kehidupan bakteri lainnya. Antibiotik diketahui juga sebagai antibakteri yaitu jenis obat yang berfungsi untuk melawan, menghancurkan, serta memperlambat pertumbuhan bakteri.

Klasifikasi Antibiotik Menurut Mekanisme Kerja 

Antibiotik bisa diklasifikasikan atau digolongkan berdasarkan mekanisme kerjanya, yaitu:
Menghambat sintesis atau merusak dinding sel bakteri, antara lain beta-laktam (penisilin, sefalosporin, monobaktam, karbapenem, inhibitor beta-laktamase), basitrasin, dan vankomisin.
Memodifikasi atau menghambat sintesis protein antara lain, aminoglikosid, kloramfenikol, tetrasiklin, makrolida (eritromisin, azitromisin, klaritromisin), klindamisin, mupirosin, dan spektinomisin.
Menghambat enzim-enzim esensial dalam metabolisme folat antara lain, trimetoprim dan sulfonamid.
Mempengaruhi sintesis atau metabolisme asam nukleat antara lain, kuinolon, nitrofurantoin (Kemenkes, 2011).

Penggolongan Antibiotik Berdasarkan Struktur Kimia Antibiotik

Menurut Tjay dan Rahardja (2007) yang menggolongkan atau mengklasifikasikan antibiotik menurut struktur kimia antibiotik yakni:

a. Golongan Beta-Laktam. Golongan antibiotik jenis ini terdiri dari golongan sefalosporin (sefaleksin, sefazolin, sefuroksim, sefadroksil, seftazidim), golongan monosiklik, dan golongan penisilin (penisilin, amoksisilin). Penisilin adalah suatu agen antibakterial alami yang dihasilkan dari jamur jenis Penicillium chrysognum.

b. Antibiotik Golongan Aminoglikosida. Golongan jenis Aminoglikosida sebagai antibiotik dihasilkan oleh macam-macam fungi Streptomyces dan Micromonospora. Umumnya senyawa dan turunan semi-sintesisnya memiliki kandungan 2 atau 3 gula-amino di dalam molekulnya, yang saling terikat secara glukosidis.

Golongan ini memiliki spektrum kerjanya luas dan terdiri khususnya banyak bacilli gram-negatif. Obat ini juga aktif terhadap gonococci dan sejumlah kuman gram-positif. Aktifitasnya adalah bakterisid, berdasarkan dayanya untuk menembus dinding bakteri dan mengikat diri pada ribosom di dalam sel. Contohnya streptomisin, gentamisin, amikasin, neomisin, dan paranomisin.

c. Antibiotik Golongan Tetrasiklin. Khasiatnya memiliki sifat bakteriostatis, hanya dengan melalui injeksi intravena yang dapat dicapai kadar plasma yang bakterisid lemah. Mekanisme kerjanya didasarkan diganggunya sintesa protein kuman.

Spektrum antibakterinya luas dan terdiri dari banyak cocci gram positif dan gram negatif serta kebanyakan bacilli. Tidak efektif Pseudomonas dan Proteus, tetapi aktif terhadap mikroba khusus Chlamydia trachomatis (penyebab penyakit mata trachoma dan penyakit kelamin), dan beberapa protozoa (amuba) lainnya. Contohnya tetrasiklin, doksisiklin, dan monosiklin.

Penggolongan Antibiotik Berdasarkan Aktivitasnya

Menurut Kee (1996) bahwa terdapat dua kategori antibiotik berdasarkan aktivitasnya antara lain:
Antibiotika spektrum luas (broad spectrum). Kategori antibiotik ini contohnya tetrasiklin dan sefalosporin efektif terhadap organism baik gram positif maupun gram negatif. Antibiotik berspektrum luas umumnya digunakan untuk mengobati penyakit infeksi yang menyerang belum diidentifikasi dengan pembiakan dan sensitifitas.
Antibiotika spektrum sempit (narrow spectrum). Golongan ini memiliki efektifitas yang berfungsi untuk melawan satu jenis organisme. Contohnya golongan antibiotik ini adalah penisilin dan eritromisin dipakai untuk tujuan dan fungsi dalam mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif. Hal demikian terjadi sebabkan antibiotik berspektrum sempit memiliki sifat selektif, sehingga obat-obat ini lebih aktif dalam melawan organisme tunggal tersebut daripada antibiotik berspektrum luas.

Penggelongan Antibiotik Berdasarkan Daya Hambat 

Menurut daya hambat antibiotik, terdiri atas 2 pola hambat antibiotik terhadap kuman antara lain:
Time Dependent Killing. Pada pola ini antibiotik akan menghasilkan daya bunuh maksimal jika kadarnya dipertahankan cukup lama di atas Kadar Hambat Minimal kuman. Contohnya pada antibiotik penisilin, sefalosporin, linezoid, dan eritromisin.
Concentration Dependent Killing. Pada pola ini antibiotik akan menghasilkan daya bunuh maksimal jika kadarnya relatif tinggi atau dalam dosis besar, tapi tidak perlu mempertahankan kadar tinggi ini dalam waktu lama. Contohnya pada antibiotik aminoglikosida, fluorokuinolon, dan ketolide.

Demikian informasi mengenai Pengertian Antibiotik, Fungsi, Golongan & Antibiotik Menurut Para Ahli. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam mengenai sejumlah macam-macam antbiotik saat ini sebagai pengobatan melawan bakteri atau mikrooganisme.

Baca Juga :
Cara Menghitung Nilai Rata Rata yang Benar
Cara Menghitung Persen di Kalkulator yang Benar
Cara Membuat Gantungan Jilbab Ring dari Gelas Plastik
Cara Membersihkan Headset Putih Agar mengkilap Kembali

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Antibiotik, Fungsi, Golongan & Antibiotik Menurut Para Ahli