Ciri ciri cerita fiksi, Jenis jenis cerita fiksi, contoh fiksi dan non fiksi

Advertisement
Cerita fiksi adalah karya sastra yang berisi cerita rekaan atau didasari dengan angan-angan (fantasi) dan bukan berdasarkan kejadian nyata, hanya berdasarkan imajinasi pengarang.

Ciri-ciri cerita fiksi

Berikut ini beberapa ciri ciri cerita fiksi


  1. Bersifat rekaan atau imaginasi pengarangnya
  2. Memiliki kebenaran yang relatif atau tidak mutlak (tidak harus)
  3. Bahasanya bersifat konotatif atau bersifat sindiran (bukan sebenarnya)
  4. Tidak memiliki sistematika yang baku
  5. Sasarannya emosi atau perasaan pembaca
  6. Memiliki pesan moral atau amanat tertentu

Jenis jenis cerita fiksi

Cerita fiksi yaitu tulisan yang menyajikan cerita yang bersifat fiksi atau tidak nyata. 
Secara umum cerita fiksi bisa dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:
  1. Dongeng
  2. Novel
  3. Cerpen atau cerita pendek
  4. Roman
1. Dongeng
Dongeng merupakan bentuk cerita yang bersifat khayal dan ajaib yang berasal  dari mulut ke mulut biasanya di ceritakan dari generasi ke generasi. Dongeng bertujuan sebagai cerita untuk menghilangkan kesedihan dan mendatangkan kegembiraan. Dalam dongeng banyak terkandung nilai-nilai moral dan nasehat bagi pembaca atau pendengarnya.

Dongeng bisa dibagi menjadi beberapa jenis :

a. Sage
sage yaitu merupakan jenis dongeng yang berhubungan pada suatu kejadian atau peristiwa yang ada kaitanya dengan sejarah. Contohnya: Lutung Kasarung dan damarwulan

b. Mite
Mite adalah jenis dongeng yang menyangkut suatu kepercayaan dalam masyarakat. Misalnya : Cerita tentang Dewi Sri adalah ratu Padi.

c. Legenda
Legenda merupakan jenis dongeng yang bersifat khayal untuk menjelaskan tentang terjadinya suatu daerah foto tempat-tempat lainnya. Contohnya adalah tangkuban Perahu dan asal-usul Banyuwangi.

d. Fabel
Fabel yaitu sejenisdongeng yang berisikan cerita hewan hewan yang mempunyayi tingkah laku yang mirip dengan manusia. Contohnya adalah si Kancil dan peladuk jenaka.

e. dongeng lucu merupakan cerita fiktif yang berisikan kisah atau perjalanan suatu tokoh yang menimbulkan kelucuan atau humor. Contoh lebai malang dan Abu Nawas.

2. Novel
Novel adalah suatu cerita yang menceritakan tentang  kisah hidup manusia pada kurun waktu tak tentu dalam hidupnya dan belum ada penyelesaian secara sempurna. Contoh: Koala kumal dan ketika Cinta Bertasbih. 

3. Cerpen atau cerita pendek
Cerpen merupakan cerita suatu kejadian dalam hidup manusia secara sekilas dan biasanya tidak ada penyelesaian dalam akhir cerita. Contoh cinta laki-laki dan sepotong cinta dalam diam.

4. Roman
Roman yaitu suatu cerita yang berkisah tentang percintaan. Contoh: layar terkembang dan siti Nurbaya.

Ciri ciri cerita fiksi, Jenis jenis cerita fiksi, contoh fiksi dan non fiksi

Unsur-Unsur Cerita Fiksi


Berikut ini unsur intrinsik yang membangun cerita fiksi dimana unsur ini ada di dalam cerita fiksi.

  1. Tema, yaitu gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks.
  2. Tokoh, yaitu pelaku dalam karya sastra.  Karya sastra dari segi peranan dibagi menjadi 2, yakni tokoh utama dan tokoh tambahan.
  3. Alur/Plot, yaitu cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan peristiwa yang lain.
  4. Konflik, yaitu kejadian yang tergolong penting, merupakan sebuah unsur yang sangat.diperlukan dalam mengembangkan plot.
  5. Klimaks, yaitu saat sebuah konflik telah mencapai tingkat intensitas tertinggi, dan saat itu merupakan sebuah yang tidak dapat dihindari.
  6. Latar, yaitu tempat, waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.
  7. Amanat, yaitu pemecahan yang diberikan pengarang terhadap persoalan di dalam sebuah karya sastra.
  8. Sudut pandang, yaitu cara pandang pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca.
  9. Penokohan, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan tokoh.
  10. Kesatuan
  11. Logika
  12. Penafsiran
  13. Gaya
Sedangkan unsur ekstrinsik yang membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri, berikut ini.
  1. Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap.
  2. Keyakinan.
  3. Pandangan hidup yang keseluruhan itu akan mempengaruhi karya yang ditulisnya.
  4. Psikologi, baik yang berupa psikologi pengarang seperti ekonomi, politik, dan sosial juga akan mempengaruhi karya sastra.
  5. Pandangan hidup suatu bangsa.
  6. Berbagai karya seni yang lain, dan sebagainya.

contoh fiksi dan non fiksi

Perbedaan cerita fiksi dan non fiksi

1. Cerita fiksi
  • isi cerita berdasarkan imajinasi pengarangnya
  • bahasa yang digunakan bermakna denoktatif juga konotatif, dan asosiatif yaitu makna tidak sebenarnya
  • bermakna ekspresif atau menggambarkan suasana pribadi pengarang.
  • sugestif atau mempengaruhi pembaca dan plastis yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca.
Contoh Cerita fiksi
  • Novel
  • roman
  • cerita pendek
  • cerita bersambung

2. Non Fiksi
  • berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam keidupan kita sehari-hari
  • tingkat objektifitasnya tinggi, 
  • berusaha menarik, dan menggugah nalar (pikiran) pembaca.
  • Bahasa yang digunakan bersifat denotatif dengan pengertian yang terbatas dan tidak bermakna ganda
Contoh non fiksi, antara lain
  • tulisan ilmiah dan ilmiah populer, 
  • laporan, 
  • artikel, 
  • feature, 
  • skripsi, 
  • tesis, 
  • desertasi, 
  • makalah, 
Demikian artikel mengenai Ciri ciri cerita fiksi, Jenis jenis cerita fiksi, unsur unsur cerita fiksi dan contoh fiksi dan non fiksi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Ciri ciri cerita fiksi, Jenis jenis cerita fiksi, contoh fiksi dan non fiksi

Ads336x280